Rabu, 31 Desember 2025

When Respect Matters More

Aku menulis ini dengan tenang, tanpa emosi, tanpa maksud menyerang siapa pun

Hanya ingin menyampaikan satu hal dengan cara yang baik dan beradab

Aku menyadari bahwa ada mata yang sering memperhatikan, mengikuti setiap postingan, setiap potongan hidup yang kubagikan di media sosial

Dan jujur saja, aku memilih untuk memahami sebelum menilai

Masa lalu adalah sesuatu yang tidak bisa kita ubah, dan bagiku, apa yang terjadi saat masa kuliah hanyalah bagian kecil dari perjalanan hidup. It was long time ago, and it ended there

Tidak ada yang tersisa, tidak ada yang berlanjut, dan tidak ada yang ingin dihidupkan kembali

Hidup berjalan, semua orang tumbuh, dan setiap orang kini memiliki perannya masing-masing

Aku sangat menghormati ikatan pernikahan, komitmen, dan keluarga

Karena itu pula, aku menjaga batas, dalam sikap, pikiran, dan tindakan

Apa yang kutampilkan di media sosial adalah cerminan diriku hari ini, bukan undangan untuk masa lalu, apalagi ancaman bagi kehidupan orang lain

Jika ada rasa tidak nyaman, cemas, atau pertanyaan di dalam hati, aku berharap semuanya bisa diredakan dengan keyakinan dan kepercayaan

Because peace comes from within, not from constantly looking over someone else’s life 

Aku tidak bersaing, tidak membandingkan, dan tidak berada di posisi siapa pun

Aku hanya menjalani hidupku sendiri

Tulisan ini bukan untuk mempermalukan, bukan untuk menyudutkan, dan sama sekali bukan untuk menyakiti

Ini hanya penegasan yang lembut bahwa setiap orang berhak atas ruang aman, privasi, dan ketenangan

Aku memilih hidup dengan damai, dan aku juga mendoakan hal yang sama untuk orang lain

Semoga aku, kamu dan kita semua bisa melangkah maju, fokus pada apa yang kita miliki hari ini, dan melepaskan hal-hal yang sudah selesai pada waktunya

Tidak perlu mengintai orang lain atau membuat no mention di media sosial

Keep it respectful, keep it mature, No hard feelings, just clarity and boundaries

Selasa, 30 Desember 2025

Rain, Coffee, and Second Chances

Langkahmu terdengar dari sini 

Aku melihatmu buru-buru masuk ke dalam karena hujan diluar sangat deras 

Memesan sebentar ke kasir lalu berjalan ke arahku 

"Maaf ya telat, hujannya deras sekali"

Latte ku sudah tinggal setengah, aku tersenyum. "Nggak apa-apa"

Kau bergegas membuka jaketmu dan menaruh ponsel dimeja. Kau tersenyum. 

Kucium aroma parfum dari tubuhmu saat kau mengibaskan jaketmu dan melipatnya.

"Hai, apa kabar?" Kau mengulurkan tangan dan tersenyum ke arahku. 

"Seperti yang kamu lihat. Aku baik sekali. Kamu gimana?" 

Kau membuka kacamatamu dan mengelapnya, lalu tersenyum "Membaik karena ketemu kamu."

Aku tertawa kecil, "Makanya kalau kangen bilang."

Aku tahu sejak terakhir kali kita bertemu, kau dan aku tidak pernah membicarakan hal ini lagi. 

Kesannya hanya aku yang ingin perasaan ini terbalaskan, sedangkan kau tidak.

Aku masih ingat rasanya ketika kau mulai semua pembicaraan tentang kita

Yang kutangkap saat itu arahnya tidak ada kejelasan, yang membuatku mundur dan akhirnya memilih melupakanmu 

"Makanya aku ajak kamu ketemuan hari ini. Terima kasih ya udah mau dateng."

Kau membenahi rambutmu sebentar dan waiters datang dengan coklat panas no sugar favoritmu.

"I want to say something..."

"Ya?" aku menatap matamu

"I want to fix our relationship, can't we?" 

Aku tersenyum dan melihat ke arah luar. 

"Why? Apa alasannya untuk aku bisa nerima kamu lagi Ben?" Mataku menatap matamu, sekali lagi matamu menunjukan cinta itu 

"Kita perbaiki semuanya dan aku janji ke kamu nggak akan mengulang semuanya."

"Ben... we're divorced. Kenapa hal itu nggak kamu ulang selagi belum ketok palu?" Aku meyakinkan kau untuk mengingat.

"I know, it's my mistakes. Aku terlalu terburu-buru memutuskan sesuatu." Mata Ben seolah berharap padaku untuk mengiyakan ajakannya rujuk.

"Ben..."

"Please, i want you. Aku akan perbaiki semuanya, aku janji. Aku nggak bisa kalau nggak sama kamu."

"Ben..."

"Don't say anything please just give apologize to me."

"Ben?? Bisa gak kamu biarin aku bicara dulu?" 

Aku menghela napas, menahan rasa sesak yang tiba-tiba naik ke dada.

“Ben… masalah kita itu bukan soal orang ketiga,” kataku pelan tapi tegas. “Nggak pernah.”

Ben mengernyit, seolah belum sepenuhnya paham.

“Masalahnya kamu diam,” lanjutku. “Kamu ngilang tiap ada masalah. Kamu milih tutup diri, ninggalin aku sendirian dengan pikiranku sendiri.”

“Aku cuma butuh waktu,” sanggahnya cepat.

“Dan aku butuh kejelasan,” balasku. “Tiap kamu diam berhari-hari, aku bukan ngerasa kamu lagi nenangin diri. Aku ngerasa ditinggal. Dihukum tanpa tahu salahku apa.”

Ben menunduk. Tangannya mengepal di atas meja.

“Aku capek nebak-nebak perasaan kamu, Ben. Capek minta dijelasin. Capek jadi orang yang selalu mulai ngobrol, selalu minta maaf duluan supaya keadaan balik normal.”

Suasana di antara kami hening. Tapi hening yang ini berbeda—aku yang memilihnya.

Ben menatapku lagi, matanya berkaca-kaca. “Aku nggak pernah bermaksud nyakitin kamu.”

“Aku tahu,” jawabku jujur. “Tapi niat baik nggak selalu bikin dampaknya jadi baik.”

Aku menatap lantai cukup lama sebelum akhirnya kembali duduk. Hujan masih turun, pelan tapi konsisten, seperti hatiku yang belum sepenuhnya tenang.

“Ben… silent treatment kamu itu bukan hal kecil,” kataku pelan. “It made me feel invisible.”

“I know,” jawabnya cepat, kali ini tanpa memotong. “And I’m so sorry I made you feel that way.”

Aku menatapnya. “Setiap kali kamu diem, aku ngerasa aku nggak cukup penting buat diperjuangin. I was talking to the walls, Ben.”

Ben menghela napas dalam. “I used to think being quiet was better than fighting. Tapi ternyata, my silence was hurting you more than words ever could.”

Ia menatapku lurus, suaranya bergetar tapi mantap.

“I’m learning now. Kalau aku marah, aku akan bilang. Kalau aku butuh waktu, aku akan jelasin. No disappearing, no shutting you out.”

Aku menggigit bibir. “Kamu tau kenapa aku capek banget?”

“Because you were alone… even when you weren’t supposed to be,” jawabnya lirih.

Aku terdiam. Jawaban itu tepat.

Ben meraih tanganku, ragu, seolah takut aku akan menariknya kembali.

“I don’t want to lose you again,” katanya. “Not because I’m lonely, but because I finally understand how to love you properly.”

“Aku takut, Ben,” jujurku. “Takut balik ke siklus yang sama.”

“That’s fair,” katanya. “But please let me prove it. Not with promises—dengan tindakan. If I ever go silent again, you have the right to walk away. No excuses.”

Aku menatap mata itu. Kali ini tak hanya cinta yang kulihat, tapi kesadaran.

“Kita nggak harus langsung sempurna,” kataku pelan. “But I need consistency. Communication. Effort.”

He nodded. “You’ll get all of it. Step by step. I choose you—every day, consciously.”

Air mataku jatuh tanpa suara. Aku tersenyum kecil di sela tangis.

“Okay,” kataku akhirnya. “Kita coba lagi. Slowly.”

Ben berdiri, duduk disebelahku dan menarikku ke dalam pelukannya, hangat dan penuh hati-hati.

“Thank you for giving us another chance,” bisiknya.

Aku menutup mata. Untuk pertama kalinya, aku tidak merasa sendirian saat diam.

Ben mendekat pelan, seolah menungguku memberi ruang. Tangannya masih menggenggam jemariku, hangat, tidak tergesa.

He looked at me, really looked—seakan ingin memastikan aku siap.

Then he leaned in.

Kecupan itu singkat, lembut, hampir ragu. Bibirnya menyentuh bibirku seperti sebuah permintaan, bukan tuntutan. Tidak ada nafsu, hanya penyesalan dan harapan yang disatukan dalam satu detik yang hening.

Aku menutup mata, membiarkan diriku merasakan kembali sesuatu yang lama hilang rasa aman.

Ben menarik wajahnya sedikit.
“I won’t disappear again,” bisiknya. “I promise I’ll stay… even when things get hard.”

Aku mengangguk pelan, dahi kami masih saling menempel.

“Then stay,” jawabku lirih. “Don’t go silent on me ever again.”

He smiled, a soft one.

“I won’t. Not anymore.”

Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, diam di antara kami bukan lagi luka—melainkan jeda yang penuh makna.

Hujan di luar justru makin deras, mengetuk kaca kafe tanpa henti. Aku melirik ke arah pintu, lalu kembali menatap Ben.

“Looks like we’re stuck here,” ujarnya pelan, ada senyum kecil di sudut bibirnya.

Aku menatap hujan yang jatuh tanpa jeda. “Lucu ya,” kataku lirih. “Dulu, yang bikin aku kedinginan itu bukan hujan. Tapi diam kamu.”

Ben terdiam sejenak, lalu mengangguk. “And now I’m here. Talking. Staying.”

Kami duduk saling mendekat, berbagi kehangatan sederhana—bukan cuma dari jaket atau genggaman tangan, tapi dari kehadiran yang akhirnya utuh. Di luar hujan masih turun, tapi di antara kami, ada sesuatu yang perlahan menghangat kembali.

Aku menyandarkan kepala pelan ke bahunya. Tidak ada kata-kata besar, tidak ada janji berlebihan. Just quiet, warmth, and a choice to stay.

Dan kali ini, Ben tidak diam. 

“Never choose silence as a weapon.
Because love doesn’t need perfect words it needs presence, honesty, and the courage to stay.”

Rabu, 10 Desember 2025

Seen, Waiting, and Growing

It’s okay if they choose to get married and walk through life hand in hand

while I am still here fighting my own battles alone

Everyone has their own timing and path, and my journey doesn’t make me left behind

it means I am growing, healing, and becoming stronger in my own way

trusting that my time and happiness will come when it’s meant to

I keep reminding myself to be patient

because this season won’t last forever

Soon, all this waiting, all these quiet struggles, and all the lessons 

I’m learning will make sense

What is meant for me is getting closer, and when it arrives

it will come at the right time—whole, gentle, and worth every moment of patience

Sometimes I still feel that they care about me

in small and quiet ways that don’t need to be spoken

It reminds me that even though our paths are different now, the bond and kindness haven’t completely disappeared

Knowing that I am still seen, still remembered, gives me a sense of warmth and strength—it tells me that I am not entirely alone

and that my presence still matters, even in this chapter where I’m learning to stand on my own

Senin, 10 November 2025

Buku Untuk Perempuan

Aku menatap buku bersampul hitam dengan gambar mata perempuan 

Kembali ingatanku menguat dan memberanikan untuk membacanya kembali 

Sudah lama rasanya tidak melihat buku itu 

Ternyata didalam kerdus dengan buku-bukuku yang lain 

Tertarik aku mengambilnya dan membacanya lagi

Ya, tepat 11 tahun lalu, ada seseorang yang berbicara soal cinta dan perasaannya padaku 

Lewat sebuah tulisan yang dijadikannya sebuah buku 

Mengutip beberapa tulisan blogku, membuat foto mataku menjadi sampulnya...

Dan lirik lagu-lagu Sheila On 7, yang menghiasi setiap nama bab dalam buku 

Aku pernah membacanya di usiaku yang 22-28 tahun, rasanya masih risih dan geli 

Kubaca dengan melompat-lompat 

Dan baru kemarin aku membacanya ulang, di umurku yang ke 31 ini 

Aku baru menyadarinya... 

Bahwa pernah ada cinta dan rasa yang sebesar itu untukku, dikala itu ketika aku hanya tahu, cinta sebatas menyukai satu sama lain 

Bahwa disaat sekarang aku kembali ingin membalas rasa itu, aku merasa tidak pantas 

Bahawa disaat aku tahu, semuanya sudah terlambat dan tidak akan pernah kembali aku berusaha untuk legowo atas takdir-Nya

Aku tahu ini skeptis

Tak jarang orang bilang ini adalah cinta yang datangnya terlambat 

Menyadari semuanya tak lagi pernah akan sama 

Apalagi untuk diulang dan kembali 

Bertemu untuk membicarakan hal ini pun, rasanya tidak usah 

Aku tersenyum disetiap paragraf yang ditulis laki-laki ini 

Aku berusaha mengingatnya 

Paginya, aku melihat folder foto di tahun 2014

Saat mundur, aku tahu ternyata aku pernah dicintai sebesar itu olehnya 

Aku melihat detail yang dia ceritakan 

Aku menandai dengan penanda kertas berwarna, untuk menandai hal-hal yang selalu dia detailkan 

Mungkin bagi mereka, "tidak usah dicari apa yang sudah berlalu"

Tapi menatap lagi, gambar-gamabar yang ada...

Memang adanya kita hanya dipertemukan untuk sekadar memberi pelajaran saja

Intuisimu bahkan tidak pernah salah

Aku tersenyum, kau mendapatkan kebahagiaan yang kau inginkan 

Sedangkan aku sekarang sedang menunggu seseorang yang mencintaiku segila saat itu

Aku tahu kau masih disini 

Membaca semua tulisan-tulisanku 

Membaca hal yang aku tumpahkan disini 

Bahkan dulunya aku sangat open, menaruh nama blogku di Twitter atau Instagram... 

Tapi sekarang rasanya private dan tidak ada satupun yang tahu soal keberadaan blogku ini 

Selain orang-orang yang sengaja stalking atau menyimpan surelnya 

Aku tahu kau masih disini untuk hiburan dan membaca sekilas kisah yang kutulis 

I know...

Aku tidak tahu bila soft file yang kau pegang masih ada, atau sudah di delete permanent 

Aku tidak peduli sebenarnya

Hanya ingin berterima kasih

Terima kasih karena pernah mencintaiku sebesar itu

Dengan cara yang mungkin hanya kita yang tahu rasanya

It was real, in its own time

Tapi waktu berjalan, dan perasaan pun menemukan tempatnya masing-masing

Apa yang dulu terasa penting, kini menjadi kenangan

Bukan untuk diulang, hanya untuk diingat sebagai bagian dari proses tumbuh

Hari ini aku berdiri di hidupku sendiri

Tanpa membawa siapa pun dari masa lalu ke dalamnya

Bukan karena pahit, tapi karena sudah selesai

And I’m at peace with that

Jika kau masih membaca, kuharap bukan dengan rasa ingin memiliki

Melainkan dengan pengertian bahwa semua ini sudah menemukan akhirnya

Setiap orang berhak melangkah maju, termasuk kau dan aku

Terima kasih telah menjadi bagian dari cerita dan terima kasih karena kini kita sama-sama memilih untuk menjaga jarak

Some stories are meant to stay in the past not forgotten, just not continued

Malang, Ranukumbolo dan Madakaripura

Kamis, 23 Oktober 2025

5 Tahun

Halo Ayah, apa kabar? 

Baru kemarin rasanya Ayah pergi selamanya, nyatanya jalan di lima tahun ini masih sama lukanya

Masih ngerasa suka sedih kalau Ayah emang gak ada didunia ini 

Melihat aku yang nyatanya gini-gini aja dan belum ketemu pendamping hidup

Melihat Tika dan Hasfi yang sudah jadi calon orang tua 

Melihat Dewi yang sedang belajar dan berkembang jadi pribadi yang lebih baik 

Melihat Ibu yang nyatanya akupun sedih dengan perubahan di raut wajahnya, yang sudah keriput mulai menua dan rambutnya yang putih. Sedang asik-asiknya membuat bumbu betutu pesanan 

Oh ya Ayah, Sapidut sekarang udah ikut kembali ke Allah

Kucing kesayangan RUMAH AYAH udah pulang ke Sang Pencipta

Rasanya hari ini sedih mengenang Ayah, aku tahu nggak mudah melalui hari ini ya Yah

Harus seperti ini sampai semuanya pergi dan kembali menghadap Allah 

Masih suka curi-curi menangis kalau aku rasa perlu

Ditinggalmu emang hampir melumpuhkan separuh hidup, kayaknya aku gak bisa apa-apa tanpa Ayah dan Ibu 

Sampai standarku bertemu dengan lelakipun sesusah itu, karena tangki cinta selalu Ayah isi 

Meski aku tahu, Ayah belum bisa kasih semuanya tapi aku ngerasa Ayah sudah menjadi figur Ayah yang baik untuk aku dan adik-adik 

I miss you Ayah, Aku akan selalu merindukan dirimu


Senin, 20 Oktober 2025

Mistakes #RAK

Hari ini sedikit sesak rasanya dada

Setelah sekian lama aku tidak mengetahui bahwa akun itu tergembok rapi

Bahkan, second account ku yang sempat mengikutimu, sudah lama tidak mengikuti

Tiba-tiba terbersit rasa ingin tahu saja, ku buka profilmu dan menemukan username pasangan dan nama buah hatimu disana

Ternyata itu pasanganmu, membuka akunnya...

Aku mulai terenyuh, dadaku sakit sedikit dan agak sesak ketika melihat video reels mu

Seperti impianmu 

Kau pulang tugas dan disambut oleh pasangan dan buah hatimu

Disitu kau sangat bahagia sekali, dalam hati kecilku yang sedang memanas ingin rasanya aku yang ada disana

Aku sudah tidak bisa menangis melihat setiap video dan foto yang terpampang jelas di akun pasanganmu

Sepertinya dulu kita punya mimpi bersama

Tapi kita tidak pernah utarakan itu satu sama lain 

Hal itu akhirnya membeku dan tidak pernah akan mencair, karena aku sudah menguburnya dalam-dalam 

Senyummu lebar dan bahagia sekali 

Tampak pasanganmu mengabadikanmu sambil menggendong buah hatimu

Ku hitung kecupan bibir, pipi kiri, pipi kanan, kening dan kembali lagi ke bibir

Entah apa yang membuatku berhak untuk cemburu

Aku tahu ini adalah kesalahan besar untuk kembali membuka memori lama

Tapi aku cukup tahu diri, bahwa aku tidak akan pernah menganggu milik orang lain 

Aku hanya melakukan kesalahan yang menurutku jelas harusnya tidak kulakukan 

Flashback kembali dan itulah kesalahanku 

Aku hanya tak mengira akhirnya akan seperti ini

Tapi ternyata aku salah, kau lebih bahagia dengannya 

Aku pun tersadar ini bukan waktunya lagi untuk selalu menyelami kehidupanmu 

Dan aku kembali ke jalanku dan tidak memikirpun itu sekalipun aku ingin

Aku lawan sendiri dan akhirnya pikiran akan kau menghilang

Jumat, 10 Oktober 2025

morning mantra :

i am free 

free to be me 

free from my trauma

free from the validation of others 

free to create the reality of my dreams 

free to explore and discover 

free to live in peace 

free to make myself happy 

free everyday 

in every way

Rabu, 10 September 2025

the most important thing i'd tell my younger self

i met my younger self for coffee today 

she was anxious to have a social obligation 

so was i...

she showed up a few minutes late, wearing short pants

so did i...

she asked if we live in a nice house in East Java

close to our family 

i told her we've been living in a board house for 13 years

she wanted to know if we're working at our dream job

i told her YES, i working as civil servant as well and the office is near from homebase just 2 hours with train

she wanted to know, if we got married. 

i told her, not yet 

i still believe in soulmates and i hope i can met my husband a.s.a.p 

i told her if i still  tried, i want my husband show us unconditional love means

she asked what our life is like

i said, it's very simple

we don't have much, but we have more than we'll ever need

she ended the conversation by asking

"what happened to our dreams?"

i told her, they have evolved over the years because we started focusing on whats makes us happy 

before we parted, i said and make sure to believe in yourself

you might  live your life differently than others, but don't let that stop you from following your heart

 


Minggu, 10 Agustus 2025

let them

Let Them, 

adults are allowed to think whatever they want to think 

so are you 

this is why the Let Them Theory will set you free

instead of living your life on the defense

you're going to get on the offense

you're going to play the game of life the way you want 

Let Them think what they want 

Let Me do what i want 


Sabtu, 19 Juli 2025

Ibu...

i will forever count my lucky stars that you chose to be mine, that you chose to be the one bonded to me forever, to be the one i get to call Ibu

my life was filled with love from the moment, i was placed in your arms in your heart forever

you are my happy place, my home away from home, my best friend dan my rock

your love, laughter and light radiate from within like sunshine, and your warmth can be felt by everyone 

lucky enough to be surrounded by your love 

my problems disappear the second you wrap your arms around me, and in that moment 

i'm reminded that i am home whenever i am with you 

everything i am, and everything i will be is because of you 

thank you to the one who has given me everything, to the one who loves me unconditionally 

to the one who inspires me daily with her strength, patience and gentle heart, to the one who has shown me the way 

i am me because of you 

thank you to the one i love like no other 

thank you for being my mother

Kamis, 10 Juli 2025

asalkan semuanya tepat menurut-Mu

aku ingin menanti punyaku saja ya Allah 

biarkan aku tenang 

bantu aku bersabar 

tidak masalah cepat atau lambat 

asalkan semuanya tepat menurut-Mu

Selasa, 10 Juni 2025

chapters you didn't expect to write

i thought by my 30s, i'd be a mum 

planning birthday parties, scheduling playdates, building the life i was told would make me whole

but here i am 

building a different life 

one i never planned for 

talk about making peace with the life you didn't expect...

no one prepares you for this part 

the quite ache

the silent questions 

the feeling that you missed a turn somewhere you can't retrace 

you're happy and you're still grieving 

both can be true...

your story is still good

even if it's different 

even if it's quieter

even if it's filled with chapters you didn't expect to write

Sabtu, 10 Mei 2025

human basic needs to love and be loved

kejar value yang sebenar-benarnya

value brain, beauty, heart 

we deserve genuine love

men deserve genuine love too 

human basic needs to love and be loved

Kamis, 10 April 2025

hi, 31 !!!

 hi kamu apa kabarnya? 

sepertinya kamu masih betah sendiri di umur yang sudah 31 ini

kamu hebat lho...

disaat teman-teman yang lain sudah sibuk dengan mengurus anak dan suami, kamu masih jadi single fighter yang berjuang buat diri kamu sendiri 

kerja, pulang Jumat, balik ke rantauan Minggu 

jalan sama adik, ketemu sahabat, bounding dengan si Sapi kucingmu, nyobain tempat baru, olahraga dan menikmati checkout di e-commerce

itu saja rutinitas tiap weekend

rasanya kayak lebih lambat dari yang lain ya? tapi kamu nggak selambat itu karena kamu sudah berada di pace yang sama dengan teman-teman mu yang lain 

kamu berkembang, karirmu berjenjang, kamu bisa membayar bill yang kamu punya sendiri 

kamu menghidupi diri sendiri

menjadi wanita mandiri yang luar biasa 

so far di 30 an kemarin ku rasa kamu sudah banyak berubah, dalam hal emosi dan pengendalian diri yang baik 

kamu tahu mana yang benar, mana yang salah 

sudah berhasil tidak ikut campur atau cari perhatian pada urusan orang lain 

mencoba berdamai dengan diri sendiri 

karena hidupmu tentang apa yang kamu jalani, bukan orang lain yang berhak mengaturnya 

menerima, pasangan pilihan adikmu

menerima bahwa adikmu ingin membangun rumah tangga lebih dulu 

nggak ngerasa tertinggal dengan adikmu, kamu luar biasa lho!

kamu mungkin gak menyadari hal-hal ini kadang dipandang orang lain menyedihkan 

tapi kamu sendiri tahu bahwa kamu tidak semenyedihkan itu untuk dipandang 

bahkan ketika yang lain beranjak bisa bergonta-ganti pasangan, meski kamu bisa... 

kamu memilih tidak melakukannya 

kamu hebat lho... 

usia mu yang sekarang bukan usia main-main lagi

kamu tahu value dan boundaries yang harus kamu bangun ketika ada yang masuk ke kehidupanmu 

bahkan kamu bisa mengatur keuanganmu dengan lebih baik 

kamu bisa mengatur kapan kamu harus cemburu, sedih, marah dan tetap baik-baik saja ketika harus berkerja

kamu bisa naik pangkat dengan mulus, meski kamu juga nggak pengen jadi orang yang bekepentingan karena kamu tahu sebobrok apa orang-orang tsb 

kamu hebat lho...

Allah akan mudahkan dan lancarkan segalanya di tahun 2025 ini ,di usia matangmu sebagai wanita

Allah akan mudahkan pertemuanmu dengan calon suami mu yang super dan luar biasa dari akhlaq dan pencapaian dia selama ini, dia bakalan dateng buat ketemu kamu dan keluarga kamu 

Allah akan kasih orang yang tidak akan kamu sangka-sangka yang selalu kamu ulang dalam doa 

Allah akan kasih kamu orang yang loyal dan effort ke kamu

Allah akan kasih kamu anak-anak yang cantik dan tampan juga sehat buat meneruskan keturunanmu 

semangat ya Lie, semua ada waktunya! kamu bersiap saja pokoknya. 

Selamat Mengulang Hari Lahir

Selamat mencintai dan dicintai secara baik oleh pasanganmu kelak! 

Kita bertemu ditahun-tahun berikutnya ya

See you diriku...


Senin, 10 Maret 2025

sekufu itu...

sekufu itu bisa meliputi tingkat pendidikan, profesi, gaya hidup, lingkungan keluarga, pola pikir, prinsip hidup dan sebagainya

kalau nggak setara atau terlalu jomplang, rawan konflik berkepanjangan

Senin, 10 Februari 2025

dear women...

that small salary is better than waiting for someone to give you money be proud of your hustle

Jumat, 10 Januari 2025