Sabtu, 30 Januari 2016

Love Pain



Sikapmu masih seperti kemarin. Dingin. 
Tapi kali ini semakin dingin dan malah kau mengacuhkan perkataanku. Kau masih saja diam dan malas berbicara kepadaku. Apapun yang aku ucapkan seakan tak ada artinya dihadapanmu.

 Kau bilang kau tak mencintai dia tapi mencintaiku.

Tapi yang aku rasakan bukan seperti itu.

Kau berbohong.

Kau  tidak berani menatapku. Dan jelas-jelas kau menyembunyikan sesuatu dariku.


Sudah berapa kali kopi kau pesan, sudah berapa kali pembicaraan kita sama saja. Untuk hari ini aku kalah lagi. Kau menyuruhku lekas pulang karena hari akan hujan. Kau pergi dengan mantelmu dan kembali meninggalkan aku sendirian, setelah kau membayar pesanan kita.

 ***
Malam ini aku sudah tidak tahan, aku meluapkan segala kekesalanku dan tangisanku menjadi-jadi.

Aku dengar ketukan pintu dari luar, aku tidak mungkin membuka pintu. Dengan keadaan kacau seperti ini. Aku tetap meraung-raung. Memikirkan bagaimana kelanjutan hubunganku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.


Ketukan itu berhenti.


Kembali aku meratapi diriku. Apakah semudah ini kau meninggalkanku dan memilih wanita itu? Beberapa saat kemudian ketukan itu kembali terdengar. Aku memberanikan diri untuk membukanya. Dan yang kulihat adalah tetangga sebelahku, Jim.


“aku mendengar tangisan, apa kau baik-baik saja? Kalau kau butuh teman untuk berbagi aku bisa.”


Aku kembali menangis dan menyuruhnya masuk.


Di apartement tengah kota ini hanya beberapa tetangga yang aku kenal. Salah satunya Jim. Dia tetangga baruku tapi dia sudah seperti kenal lama denganku. Aku memulai ceritaku. Jim terdiam dan mendengarkan ceritaku baik-baik. Kemudian…


“Kalau kau sudah tidak tahan jangan teruskan ini. Kumohon.”

“Tapi aku masih mencintainya. Berulang kali seperti ini tapi cintaku malah semakin besar Jim. Apa arti semua ini?”, aku menangis lebih keras.


Jim mendekatiku dan memegang tanganku.


“Karena terlalu banyak air mata yang keluar dari mata indahmu, banyak jeritan yang tidak pernah ia dengar, banyak luka yang ia tidak pernah mau sembuhkan. Semakin hancur kau dengan keadaan ini, semakin ia sering menyakitimu lebih. Tinggalkan atau kau terluka hingga kau lelah mencintainya.” 

Jim menatapku nanar dan menghapus air mataku.


Oke, aku tahu ini tidak seperti biasanya. Jim tidak seperti ini kemarin, tapi dengan begini Jim menyadarkanku akan segalanya. Aku harus bilang yang sesungguhnya dan pergi dari hidupnya.


***
Aku masih duduk dengan coklat manis hangat sambil menunggu ia datang. Aku akan katakana apa yang semuanya aku rasakan. Akan lebih baik aku mengakhiri ini semua.


Dari jendela café aku dapat melihat jelas buliran air hujan yang jatuh, aku rindu suasana seperti ini. Benar-benar indah. Dari kursiku aku melihat kearah pintu masuk, ia sudah datang. Melipat payung dan segera melemparkan pandangan kesegala arah mencariku. Ia memesan ke kasir lalu menuju ketempatku.


Untuk kesekian kalinya ia masih tetap dingin dan tampak tak terlalu suka dengan pertemuan ini. Aku memulai pembicaraan.


“Sudah berapa kali kita seperti ini, sejak kau bertemu dengan wanita itu.”

Ia sepertinya kaget aku berani bicara seperti ini. Ia terlihat malas membahas percakapan ini.


“sudah ku bilang jangan bahas tentang wanita itu, aku tidak mencintainya.”


“tapi kau berubah. Dimana dirimu yang dulu?”

Ia melihat kearahku. Untuk pertama kalinya setelah kejadian itu dia tidak pernah menatapku seperti ini. “apa maksudmu?”


“aku ingin semua ini berakhir kalau kau terus begini padaku.”


“kau mau mengakhiri semuanya?” tanyanya padaku, tangannya memegang punggung tanganku.


Aku mengusap air mataku yang kembali jatuh. Aku sebenarnya masih mencintainya dan tak mungkin mengatakan ini, tapi benar kata Jim semakin aku mencintainya semakin banyak luka yang ia beri.


“Aku sudah berkali-kali terluka karenamu, kau tidak pernah mau merubah sikapmu. Kau selalu mengacuhkanku dan membiarkan aku menangis karenamu. Kau selalu bilang kau tak mencintai wanita itu tapi kau terus saja menemuinya. Aku sudah berkali-kali melihatmu bersamanya, tapi ketika kau bertemu denganku seakan tidak ada apa-apa. Kau menyembunyikannya dariku, walau aku tahu aku diam saja. Aku sudah cukup terluka dengan semuanya.”

ia tak bisa berkutik, ia tak menyangka kalau aku mengetahui semuanya.


“Sekarang sudah jelas. Terima kasih atas semuanya.”


Aku berlalu keluar dari café dan membiarkan hujan membasahi tubuhku.
 
to be cont-

Jumat, 29 Januari 2016

Kalau ada yang benci???



KAK KALAU ADA YANG BENCI SAMA KITA GIMANA DONG???



Apa gunanya membenci?

Ketika membenci bisa menghasilkan uang, pasti aku akan membenci banyak orang.
Ketika membenci bisa menghapus dosa, pasti aku akan membenci banyak orang.
Ketika membenci bisa membuat aku cantik, pasti aku akan membenci orang setiap harinya.
Ketika membenci bisa membuat jodoh cepat datang, aku akan selalu membenci orang agar jodohku kelak datang.

Tapi kenapa benci itu dilarang?

Karena membenci perbuatan yang tidak baik.
Kenapa harus membenci orang, ketika kedamaian kamu dapatkan?? Apalagi mendengarkan cacian orang tersebut dan kamu malah membalasnya. Apa itu ada manfaatnya?


Kita logika saja.

Ketika seseorang membencimu, biarkan saja. Tapi tetaplah intropeksi diri, apa memang ada yang salah dengan kita sehingga kita dibenci? Mungkin sifat atau perilaku kita. Atau kata-kata kita pernah menyakiti hatinya. Atau karena kamu adalah masalalunya dan pernah memberi luka?

Kebanyakan orang membenci orang lain karena DIA TIDAK BISA SEPERTI KITA. Yes. Namun dalam hal positif ya. Misal aja kamu pinter dan jago masak, terus tiap hari kamu posting deh hasil masakanmu di Instagram dan banyak likers nya. Yang tidak suka dengan keterampilan kamu memasak pasti akan bilang, “ih sombong banget. Sok, paling juga ga enak.” Wah kalo ini mah dia iri ya. Ya lama-lama dia benci juga kan sama kita.

Atau

Kamu suka banget petualangan dan selalu pergi kemana-mana. Tempat-tempat yang bagus yang kamu kunjungi bakalan kamu upload ke instagram dan lagi-lagi likers kamu banyak. Wah! Yang nggak suka sama kamu pasti bakalan bilang, “travelling mulu, mentang-mentang duitnya banyak.” Padahal kamu ingin mengenalkan potensi alam dari tempat yang kamu kunjungi. Well lagi-lagi si pembenci tidak suka.

Masih banyak lagi sebenernya. Apalagi pas kamu foto selfie dan dikata-katain. Emang ya nggak secara langsung tapi banyak ya yang seperti itu.

Kamu nggak usah sedih. Setidaknya kamu nggak sendirian. Masih banyaaaaaaak orang YANG NGGAK SALAH APA-APA tapi dia DIBENCI BANGET ATAU BANYAK YANG NGGAK SUKA. karena lagi-lagi DIA TIDAK BISA SEPERTI KITA.

So, acuhkan saja. Biarkanlah. Haters selalu jadi stalkers dan mencari-cari keburukan kita. Sebagai orang yang berilmu dan beragama, apalagi yang Muslim. Pasti tahu dong bagaimana menyikapinya. 

Karena kamu merasa omongan dia menganggu kamu block aja, udah nggak usah didengerin. Atau kamu memang kenal sama dia, tapi kamu merasa nggak pernah punya salah sama dia ya udah biarin juga. Intinya yang namanya ORANG NGGAK SUKA SAMA KITA, selalu negative thinking sama kita.

Obatnya adalah block atau report. Atau kamu cuek aja nggak usah dengerin omongannya. Toh kamu merasa nggak ada yang salah dengan apa yang kamu perbuat dan kamu posting. It’s gonna be okay! 


Masalah dia benci sama kamu atau enggak ya whatever.
Hak dia membenci. Hak kita juga punya privasi. Kalau sampai di nyentuh kamu atau keluarga kamu baru deh boleh datengin orangnya. Itu juga kalo dia sampe keterlaluan banget ke kamu.

Kalau nggak ngapa-ngapain dan hanya berani di sosmed. Biarin aja. Seorang PEMBENCI selalu MENCARI KESALAHAN ORANG LAIN. Ngeri ya. Karena buat mereka jadi STALKER dan HATERS itu asik bagi mereka.

Well, disclaimer ya nulis artikel ini karena banyaknya komentar dan status yang tidak patut di sosmed. Dan emang lagi jamannya orang berbuat jahat lewat sosmed. Yuk sebagai bangsa Indonesia yang baik dan bermoral, dipikir-pikir dulu ya kalau mau ngatain orang. Apalagi menyangkut penampilan mereka. Mungkin penampilan mereka membuat kamu risih, tapi kalo kamu merasa risih kenapa masih dilihatin neng?? Yaelah. Kamu yang suka benci orang tinggal BLOCK REPORT atau CLOSE aja profil dia.
Percuma kamu ngata-ngatain tapi dibelakang, kalo bisa didepan orangnya langsung biar dia dengerin kamu.

Okay sekian terimakasih untuk kesan postifnya.







Kamis, 28 Januari 2016

Luka



Karena pernah ada…

Pernah ada perasaan yang tak bisa diungkapkan ketika bertemu

Pernah ada cinta yang membara tapi tak pernah tersampaikan

Pernah ada rindu yang tak sampai

Pernah ada kebencian yang merasuk dan menjadi luka hati

Pernah ada rasa kecewa yang amat besar

Pernah berharap tapi tak dipedulikan

Pernah merasa satu-satunya tapi ternyata bukan

Pernah menangis tapi menahan diri

Pernah tertawa tapi hati terluka

Karena kamu pernah ada lalu karena luka yang teramat sakit, kamu pergi.


Kamu tidak pernah hadir kembali. Kamu berusaha untuk melupakan dan menjadikan ini semua tak pernah ada. Kamu sudah hilang.

Karena kamu pernah ada…

Menjagaku dan memelukku. Kamu bilang kamu akan terus ada disampingku. Kamu bilang kamu tak akan membiarkan aku sendirian. Tapi karena luka itu sudah menyakitkanmu, kamu pergi.

Tanpa bilang permisi.

Aku seperti kehilangan. Tapi sekali lagi, aku sadar. Lukamu sekarang karenaku.

Karena semuanya pernah ada…

Pernah ada luka yang aku beri.

Rabu, 13 Januari 2016

Ketika Mereka Membenci Hujan

Ketika semua membenci hujan
Benci akan kehadirannya
Benci akan kedatangannya
Benci air yang dibawa hujan
Benci semua yang ada pada hujan

Karena hujan pernah membuat mereka basah
pernah membuat mereka sedih
pernah membuat mereka batal berjumpa
pernah mengikis rasa
Karena hujan datang dihari itu

Tapi

Aku bilang pada hujan, bila ia tidak datang aku tak akan bertemu denganmu
Aku mencintai hujan ketika mereka membenci hujan
Aku selalu mencintai hujan
Karena hujan membawaku bertemu denganmu
Sekali lagi terima kasih hujan



Rabu, 06 Januari 2016

Letter S for Samsul Arif Hidayat









Apa yang sebenarnya sedang aku rasakan?

Setiap pesan yang masuk, setiap melihat foto di display bbm. Hanya senyum dan debaran yang hadir.
Sudah 2016. Dan aku merasa semakin berharap, kelak kau yang ada disampingku.

Tapi siapalah aku? Aku hanyalah seseorang yang menaruh hati padamu.

Cukup lewat tulisan aku menceritakan apa yang aku rasakan. Walau tak pernah kau anggap serius, tapi debaran yang lain memang benar-benar berbeda. Aku merasakan hal yang tak biasa dari awal aku mengenalmu. Hingga saat ini aku masih menyimpan dalam-dalam perasaanku. Berharap suatu saat dapat aku sampaikan. Sampai saat ini aku hanya menunggu pesan balasan dari status atau display picture yang kuunggah di bbm. Karena memang kau yang selalu aku ceritakan pada teman-temanku, kau yang selalu aku rindukan. Meski kau jauh dan ketidakmungkinan banyak kita tak pernah bertemu bahkan bersama, aku hanya ingin suatu saat kau tahu aku, aku pernah bermimpi kelak bisa bersamamu.

Harapanku tak banyak, cukup kau sehat dan selalu semangat dalam menjalani setiap aktivitasmu disana. Tak banyak yang aku inginkan. Berharap kita bertemu? Tak pernah terfikirkan. Karena tak mungkin dan tak pernah bisa.

Aku tahu mungkin ada seseorang yang ada dihatimu dulu hingga sekarang, atau dia sedang menunggumu pulang dan kelak ialah tempatmu pulang ketika lelah. aku hanya berharap kau bahagia selalu dengan siapapun itu.

Maaf tulisanku banyak,hehe.

Mungkin kau tak tahu berapa banyak tulisan yang telah kutulis untukmu, tapi aku masih malu-malu untuk menunjukkannya. Karena aku hanya seorang pemimpi yang hobi menulis.

Terima kasih sudah membaca. Sehat selalu ya J




Sabtu, 23 Mei 2015

Meja sebelah


Teh hijau panas yang kupesan sedari tadi sudah mendingin. 
Tinggal beberapa seruput lagi. 
Sambil tetap berkutat dengan tulisan di laptop, sesering mungkin aku mencuri pandang pada seorang pria di meja sebelah. 
Tampak serius dengan pion dan papan caturnya. 
Sambil ditemani lagu-lagu dari laptopnya,sesekali ia tersenyum dan mengecek ponselnya,lalu kembali serius dengan permainan caturnya.

Seseorang pria yang aku temui hanya beberapa jam saja. 
Setelah aku duduk di salah satu meja kedai kopi,tempat yang asik untuk sekedar ngobrol lama atau menghabiskan waktu untuk ber-wifi ria,mendownload lagu atau sekedar mengecek sosial media.

Pria dimeja sebelah,masih sangat serius dengan permainan caturnya. Aku masih mencuri pandang sedari tadi saat duduk disebelah mejanya. Sambil bercanda dengan teman-temanku dan menikmati malam dengan teh hijau panas.

Tiba-tiba pipi ini panas dan jantung berdebar. 
Saat mengetahui ia juga mencuri pandang padaku. 
Mata kami sempat bertemu hanya beberapa detik kami melempar pandangan kemana-mana. 
Mungkin jika kami hanya berdua saja, kami bisa saling menyapa. 
Hanya saja,sekedar curi pandang seperti ini saja sudah bikin senang, apalagi bisa kenal dengannya.

Pria meja sebelah. 
Masih ingat dengan kumis tipisnya.
Suatu saat bila berjumpa,seriuslah... jangan dengan papan caturmu saja,tapi denganku.


Lia 21th
Sajak Random
(May 9th 2015)

Sabtu, 04 April 2015

Untukmu yang belum menemukanku dan sebaliknya

Hai ...
Untukmu yang tak pernah absen dalam doaku
Apa kabar dirimu hari ini?
Masih tetap sama. Aku selalu berdoa agar kita segera dipertemukan
Sujud tiap malam yang tak pernah aku lewatkan
Hati yang selalu aku jaga hanya untukmu nanti yang sah
Perilaku dan akhlaq yang selalu aku benahi demi menjadi istri dan ibu yang baik bagi anakmu kelak



Begitu pulakah dirimu disana?
Aku tidak sabar menantikan dirimu. Kadang dalam diamku aku sepi. Tanpa kehadiran seorang lelaki. Namun aku selalu mengingat ketika nanti yang mempertemukan adalah takdir-Nya. Segala asa yang kubawa hanya demi bersanding denganmu kelak. Kadang ada ejekan mengapa sampai saat ini aku belum punya pacar. Atau lelaki lain yang mendekati dan mengajak untuk berpacaran mengatakan bahwa aku jual mahal. Aku punya alasan tersendiri untuk itu.

Bukan karena menetapkan kriteria yang tinggi untuk diriku. Tapi aku akan memilih ‘IMAM’ yang akan menuntunku ke Jannah-Nya. Bukan sekedar lelaki yang akan bersanding melewatkan waktu bersama namun lama kelamaan mereka bosan dan meninggalkanku. Bukan lelaki yang kasar dan seenaknya sendiri. Bukan lelaki yang mengajak kearah yang tidak jelas. Bukan lelaki yang hanya menjadikanku pacarnya saja. 

Ketika pacaran kami mulai menjenuhkan,salah satu diantara kami pasti ada yang berusaha menghancurkan hati satu sama lain. Berada dalam tidak kepercayaan dan akhirnya saling menyalahkan. PUTUS?

Tapi,aku ingin yang bersanding denganku nanti adalah lelaki yang sholeh,berakhlaq baik,pekerja keras,memberi perhatian,sabar,bisa mengendalikan emosinya dan mengajak kearah kebaikan. Ketika ia datang pada seorang perempuan,ia bukan sekedar mengajak pacaran tapi mengajak kearah jenjang hubungan yang serius. Berkenalan dengan orang tua si perempuan,balik mengenalkan kepada kedua orang tua si lelaki. Bukankah itu lebih menyenangkan? Ada hubungan yang harus dipertahankan dan dibina. Bukan hanya bersenang-senang namun akhirnya tidak bersama.

Semoga kelak kita akhirnya sama-sama menemukan. Iya,semoga :-)

Lia 20th

masih jomblo dari 2 tahun terakhir dan yang sudah bisa pake jilbab dengan rapi

Ketika rindu padamu,Ayah

Jumat 3 April 2015 jam 9 malam aku ke ATM Mandiri ambil uang. Dengan tergesa-gesa aku tarik uangku dan mengambil kitiran lalu meninggalkan ATM dan menuju tempat print-print-an. Sampai dikost baru sadar kalau ATM ku tertinggal. Yang pastinya sudah tertelan mesin. Saat cek saldo sih masih ada. Nominalnya sama dengan yang dikitiran tadi. Cuma aja aku shock banget. Ini kedua kalinya aku ngilangin ATM. Ya maksudku ketelen. Aku bingung. Ini hari Jumat dan besok Sabtu, mana ada bank yang buka. Pasti Senin. Dengan perasaan campur aduk aku tidur.



Besoknya setelah pulang magang aku beraniin diri buat sms Ayah minta bantuan buat telpon dan blokir ATMku. Soalnya sih aku takut kalau ada apa-apa. Takut saldo ilang dan lainnya. Eh ayah ternyata mau bantu aku. Ayah telpon mandiri call centre terus ngabarin kalo kartuku jelas ke blokir. Ya syukur banget sih. Soalnya aku takut ada apa-apa.

Aku bersyukur banget sama Allah. Aku dikasih ayah yang super! Menurut aku ayah itu bukan sekedar orang tua melainkan teman,sahabat,pacar yang bisa ngertiin aku. Ibu juga. Cuma aku gak tau kenapa lebih mau terbuka sama ayah. Bukannya nggak mau terbuka sama ibu sih. Karena ada beberapa hal yang mugkin ibu tau dan ayah tau,ibu ngerti dan ayah ngerti.

Tiap naik motor dan lihat banyak orang lalu lalalng,dipinggir jalan atau saat lampu merah aku bener-bener ngerasain yang namanya syukur. Entah kenapa. Aku merasa bersyukur dilahirkan dari keluarga yang mampu nyekolahin aku sampe sekarang walau orang tuaku dari keluarga sederhana yang pendidikannya hanya sampai SMEA. Aku nggak pernah yang namanya minder, pas dulu ga punya ini itu tapi sekarang punya semua. Sederhana sekali. Dan itu cukup untuk kebahagiaan 5 orang dikeluargaku.

Ayah, aku tahu dulu perjuanganmu. Aku tahu dulu kita belum mampu. Tidak semampu sekarang. Rumah memang pernah kau beli waktu di Timor Leste. Tapi hanya sekejap memiliki dan gara-gara Timor Leste akhirnya ingin merdeka,kita kembali ke Denpasar,Bali. Disana pun kita numpang seadanya dengan keluarga om Harto dan tante Endang,adik ibu. Aku sama adik-adik bisa tidur,makan dan sekolah. 
Aku bersyukur banyak orang baik disekitar kita Yah.



Lalu ayah dipindah tugaskan di Banyuwangi. Ayah beli tanah BTN dan bangun rumah disana dengan ala kadarnya agar aku,ibu dan adik-adik bisa segera menempati rumah. Hanya untuk siapa Yah? Keluarga. Jelas sekali.

Kita pernah kan Yah, naik motor berlima pas mau ke pasar malam? Ayah ingat? Aku duduk didepan,dibelakang Tika dan Ibu mengendong Dewi yang masih balita. Aku masih ingat kita dibilang ‘kayak akrobat’ sama tukang Ojek yang dekat rumah. Bukan mengolok tapi hanya bercanda. Aku tahu, hanya saja sampai sekarang kejadian itu masih melekat dibenakku.
Sekarang? Ayah sudah punya mobil sendiri. Ibu punya motor sendiri,adik-adik juga. Aku pun. Yang terpenting keluarga kita sudah naik beberapa tingkat derajatnya. Karena apa? Karena kerja keras dan semangat ayah dan ibu.



Aku juga masih ingat Yah,waktu ayah masih jadi teknisi di PLN Rogojampi. Ayah sering piket malam. Selalu. Dan ayah tahu? Aku paling benci itu. Paling benci saat ayah tidak ada dirumah. Piket sampai pagi. Tidak pulang kerumah. Stay dikantor. Aku selalu ingin dekat dengan ayah. Aku ingin suasana rumah itu ada aku,ayah,ibu dan adik-adik. Dan aku bersyukur pas ayah dipindah ke PLN Banyuwangi dan naik pangkat. Itu artinya tidak ada piket malam,walau ada yang namanya lembur. Ayah menyempatkan untuk berkumpul dengan keluarga.

Aku masih inget yah. Pas aku kecelakaan,jatuh dari sepeda motor. Yang paling aku ingat adalah takut. Takut ayah marahi,takut ibu marahi. Tapi aku selalu berani untuk menghubungi ayah. Yang pertama aku hubungi pasti ayah. Setelah aku hubungi ayah pasti datang,aku masih menangis. Ayah membonceng aku pulang dan menyuruh aku istirahat.

Aku masih ingat juga,saat ibu tidak masak. Ayah yang menggantikan ibu memasak. Masak apapun selalu enak. Ayah menjadi chef terbaik setelah ibuku! Aku sama adik-adik nggak pernah protes ayah masak apa dan selalu habis.

Aku juga inget,pas ayah pertama kali jatuh sakit karena stroke ringan yang melumpuhkan anggota badan sebelah kiri ayah. Pertama kali aku tahu saat pulang sekolah. Ayah tidak ada dirumah,ibu juga dan adik-adik belum pulang. Aku nunggu dirumah. Sudah sore tapi kenapa Tika belum pulang? Dewi les. Sedangkan ibu aku tahu masih dikantor. Habis magrib ternyata ibu balik sama Tika dan bilang,”habis ini bawakan ayah obat nyamuk sama bantal ke rumah sakit. Kamarnya dekat dengan ruang perawat. Biasa di ruang Marwah kelas I.” Kata Ibu. Aku lemes yah,pengen nangis tapi nggak aku tunjukin. Soalnya raut muka ibu biasa aja,walau kelihatan banget sedihnya. Setelah itu aku ke rumah sakit dan lihat ayah lemah tak berdaya tapi masih bisa senyum! Ya Allah :’) aku rasanya pengen nangis. Seminggu ayah dirumah sakit, minta pulang. Karena ingin pemulihan di rumah saja. Padahal juga ayah pake kartu PLN sehat,yang bakal ditannggung sama kantor. Tapi dengan alasan ingin dirawat dirumah saja akhirnya ayah dipulangkan. Sebulan berikutnya ayah bisa jalan pake tongkat. Ayah ga malu :’) ya Allah. Lalu ayah banyak terapi sana-sini,minum obat dan akhirnya ayah sehat lagi. Bisa lepas tongkat dan jalan seperti biasa walau agak terpincang sedikit.




Aku tahu Yah,perjuanganmu. Kadang aku ngerasa kurang terus. Padahal ayah selalu memberi apa yang aku butuhin. Aku pengen hape baru. 
Tapi ayah selalu bilang,”buat apa? Kan ada hape yang lama. Yang penting bisa buat komunikasi.”

Aku tahu yah semua perjuanganmu. Aku anak pertamamu. Aku yang ayah sama ibu nanti-nanti kehadirannya.
Aku yang pertama kau sayang,gendong,cium dan kau kasihi sebelum adik-adikku. Aku bahagia yah menjadi putri pertamamu. Semoga aku bisa menjadi contoh yang baik untuk adik-adikku kelak.

Terima kasih Ayahku tersayang,kelak ijinkan aku menemukan orang sebaik dan sesabar ayah yang bisa menuntunku menuju surga-Nya. Ayah tetap akan menjadi lelaki nomor 1 ku! Aku sangat bangga padamu Ayah.

Lia 20th
putri pertamamu,yang masih suka manja dan pecinta terang bulan keju! yang sedang nulis sambil ditemeni hujan dan tisu ,aku rindu ayah,ibu dan adik-adik... <3