Aku menatap buku bersampul hitam dengan gambar mata perempuan
Kembali ingatanku menguat dan memberanikan untuk membacanya kembali
Sudah lama rasanya tidak melihat buku itu
Ternyata didalam kerdus dengan buku-bukuku yang lain
Tertarik aku mengambilnya dan membacanya lagi
Ya, tepat 11 tahun lalu, ada seseorang yang berbicara soal cinta dan perasaannya padaku
Lewat sebuah tulisan yang dijadikannya sebuah buku
Mengutip beberapa tulisan blogku, membuat foto mataku menjadi sampulnya...
Dan lirik lagu-lagu Sheila On 7, yang menghiasi setiap nama bab dalam buku
Aku pernah membacanya di usiaku yang 22-28 tahun, rasanya masih risih dan geli
Kubaca dengan melompat-lompat
Dan baru kemarin aku membacanya ulang, di umurku yang ke 31 ini
Aku baru menyadarinya...
Bahwa pernah ada cinta dan rasa yang sebesar itu untukku, dikala itu ketika aku hanya tahu, cinta sebatas menyukai satu sama lain
Bahwa disaat sekarang aku kembali ingin membalas rasa itu, aku merasa tidak pantas
Bahawa disaat aku tahu, semuanya sudah terlambat dan tidak akan pernah kembali aku berusaha untuk legowo atas takdir-Nya
Aku tahu ini skeptis
Tak jarang orang bilang ini adalah cinta yang datangnya terlambat
Menyadari semuanya tak lagi pernah akan sama
Apalagi untuk diulang dan kembali
Bertemu untuk membicarakan hal ini pun, rasanya tidak usah
Aku tersenyum disetiap paragraf yang ditulis laki-laki ini
Aku berusaha mengingatnya
Paginya, aku melihat folder foto di tahun 2014
Saat mundur, aku tahu ternyata aku pernah dicintai sebesar itu olehnya
Aku melihat detail yang dia ceritakan
Aku menandai dengan penanda kertas berwarna, untuk menandai hal-hal yang selalu dia detailkan
Mungkin bagi mereka, "tidak usah dicari apa yang sudah berlalu"
Tapi menatap lagi, gambar-gamabar yang ada...
Memang adanya kita hanya dipertemukan untuk sekadar memberi pelajaran saja
Intuisimu bahkan tidak pernah salah
Aku tersenyum, kau mendapatkan kebahagiaan yang kau inginkan
Sedangkan aku sekarang sedang menunggu seseorang yang mencintaiku segila saat itu
Aku tahu kau masih disini
Membaca semua tulisan-tulisanku
Membaca hal yang aku tumpahkan disini
Bahkan dulunya aku sangat open, menaruh nama blogku di Twitter atau Instagram...
Tapi sekarang rasanya private dan tidak ada satupun yang tahu soal keberadaan blogku ini
Selain orang-orang yang sengaja stalking atau menyimpan surelnya
Aku tahu kau masih disini untuk hiburan dan membaca sekilas kisah yang kutulis
I know...
Aku tidak tahu bila soft file yang kau pegang masih ada, atau sudah di delete permanent
Aku tidak peduli sebenarnya
Hanya ingin berterima kasih
Terima kasih karena pernah mencintaiku sebesar itu
Dengan cara yang mungkin hanya kita yang tahu rasanya
It was real, in its own time
Tapi waktu berjalan, dan perasaan pun menemukan tempatnya masing-masing
Apa yang dulu terasa penting, kini menjadi kenangan
Bukan untuk diulang, hanya untuk diingat sebagai bagian dari proses tumbuh
Hari ini aku berdiri di hidupku sendiri
Tanpa membawa siapa pun dari masa lalu ke dalamnya
Bukan karena pahit, tapi karena sudah selesai
And I’m at peace with that
Jika kau masih membaca, kuharap bukan dengan rasa ingin memiliki
Melainkan dengan pengertian bahwa semua ini sudah menemukan akhirnya
Setiap orang berhak melangkah maju, termasuk kau dan aku
Terima kasih telah menjadi bagian dari cerita dan terima kasih karena kini kita sama-sama memilih untuk menjaga jarak
Some stories are meant to stay in the past not forgotten, just not continued
Malang, Ranukumbolo dan Madakaripura
Tidak ada komentar:
Posting Komentar