Aku dan kau berdiri di dua titik yang berbeda
Dipisahkan oleh bentang jarak yang sering kali terasa lebih luas dari sekadar peta.
Ada hari-hari ketika rindu menjelma sunyi, mengendap di dada tanpa suara.
Namun entah bagaimana
Setiap kali aku menutup mata
Aku tahu kita tak benar-benar terpisah.
Meski bentang jarak dapat pisahkan tubuh kita
Ada sesuatu yang tak pernah ikut pergi.
Ia tinggal di pesan-pesan singkat yang kita kirim sebelum tidur
Di doa-doa yang kusebutkan diam-diam.
Dan di keyakinan sederhana bahwa aku dan dirimu akan tetap bersatu
Meski tak selalu dalam satu ruang.
Aku belajar memahami satu hal
Dunia ini terlalu luas untuk dijelajahi sendirian.
Karena bagiku, setiap langkah yang kutempuh
Selalu ingin berujung pada satu nama, namamu.
Dan dari sanalah cerita ini bermula, tentang aku yang terus melangkah
Dan kau yang selalu menjadi arah pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar